Idha dhammaṁ caritvāna,
Setelah mempraktikkan ajaran di sini,
Having practiced the teaching here,
Sutta Raja Gunung
Sutta yang singkat dan puitis ini mengajak kita merenungkan bagaimana pengaruh baik seorang individu, terutama dalam keluarga, dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan banyak orang. Perhatikan bagaimana perumpamaan alam yang sederhana digunakan untuk menggambarkan prinsip etika dan spiritual yang mendalam.
Buddha menggunakan perumpamaan pohon sal besar yang tumbuh subur karena bersandar pada Himalaya, raja pegunungan, untuk mengilustrasikan bagaimana sebuah keluarga dapat tumbuh dan berkembang ketika bersandar pada seorang kepala keluarga yang memiliki keyakinan, moralitas, dan kebijaksanaan. Syair penutup menggambarkan bagaimana teladan orang yang bermoral menginspirasi kerabat dan orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti jalan yang sama menuju kebahagiaan.
Idha dhammaṁ caritvāna,
Setelah mempraktikkan ajaran di sini,
Having practiced the teaching here,
maggaṁ sugatigāminaṁ;
jalan menuju alam yang baik,
the path that goes to a good place,
Nandino devalokasmiṁ,
mereka bergembira di alam surga,
they delight in the heavenly realm,
modanti kāmakāmino”ti.
menikmati segala kenikmatan yang mereka inginkan.”
enjoying all the pleasures they desire.”
Navamaṁ.
Yang kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.