Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.39
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan kehidupan masa muda Sang Buddha yang penuh kemewahan, dan bagaimana dari dalam kemewahan itu justru muncul kesadaran mendalam tentang keterbatasan hidup. Mari kita simak bagaimana perenungan tentang usia tua, penyakit, dan kematian menjadi kunci pembebasan dari tiga kemabukan duniawi.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menceritakan kembali kehidupan masa mudanya yang sangat dimanjakan sebagai pangeran, dengan tiga istana, payung putih, dan segala kemewahan. Namun, di tengah kemewahan itu, ia merenungkan kenyataan bahwa dirinya pun tak luput dari usia tua, penyakit, dan kematian. Perenungan ini melenyapkan tiga jenis kemabukan—kemabukan masa muda, kesehatan, dan kehidupan—yang menurutnya menjadi akar dari perbuatan buruk dan kemunduran seorang bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.39:2.1 I had three stilt longhouses—one for the winter, one for the summer, and one for the rainy season.
an3.39:2.2 I stayed in a stilt longhouse without coming downstairs for the four months of the rainy season, where I was entertained by musicians—none of them men.
an3.39:2.3 While the bondservants, workers, and staff in other houses are given sour gruel with false black pepper to eat, in my father’s home they are given fine rice with meat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.39 · Sutta Kehidupan yang Halus | Tiga Keranjang