‹
AN 3.38

Dutiyacatumahārājasutta

Para Raja Agung Empat (Ke-2)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.38

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna sejati dari praktik keagamaan: apakah kita hanya mengejar kebahagiaan surgawi yang masih bersifat sementara, ataukah kita mengarah pada pembebasan akhir yang melampaui segala penderitaan? Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pemahaman tentang uposatha dan syair Sakka.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Buddha menceritakan bahwa Sakka, raja para dewa, pernah mengucapkan syair tentang menjalankan uposatha dengan delapan faktor agar menjadi seperti dirinya. Namun, Buddha menegaskan bahwa syair itu tidak tepat karena Sakka sendiri masih terikat pada kelahiran, usia tua, dan kematian. Sebaliknya, hanya seorang bhikkhu Arahant yang telah terbebas dari segala penderitaan yang layak mengucapkan syair tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.38:1.1 “Pada suatu masa, para bhikkhu, Sakka, raja para dewa, ketika membimbing para dewa di Tāvatiṁsa, pada saat itu mengucapkan syair ini:

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.