Tassa ayomayā bhūmi,
Tanahnya pun terbuat dari besi,
The ground is even made of iron,
Sutta Utusan Dewa
Sutta ini mengajak kita merenungkan tiga kenyataan hidup yang sering kita lihat namun jarang kita jadikan pelajaran. Bacalah dengan tenang dan bayangkan percakapan antara Raja Yama dan seseorang yang menyesal, lalu renungkan bagaimana kita sendiri merespons 'utusan-utusan' yang sama dalam kehidupan sehari-hari.
Sang Buddha menjelaskan tiga 'utusan dewata'—seorang tua renta, orang sakit parah, dan mayat yang membusuk—yang sebenarnya adalah peringatan alam bagi manusia. Sutta ini menggambarkan bagaimana Raja Yama menanyai seseorang yang berbuat jahat tentang apakah ia melihat utusan-utusan ini, dan menegurnya karena tidak merenungkan bahwa dirinya sendiri juga akan mengalami penuaan, penyakit, dan kematian. Setelah dihukum, Raja Yama mengungkapkan harapannya untuk terlahir sebagai manusia dan bertemu dengan seorang Buddha, yang kemudian ditegaskan oleh Sang Buddha sebagai sesuatu yang ia ketahui sendiri, bukan dari orang lain.
Tassa ayomayā bhūmi,
Tanahnya pun terbuat dari besi,
The ground is even made of iron,
Jalitā tejasā yutā;
menyala dengan api yang berkobar;
it burns with fierce fire.
Samantā yojanasataṁ,
Panasnya menyebar hingga seratus yojana,
The heat forever radiates
Pharitvā tiṭṭhati sabbadāti.
selalu memancar ke segala arah.’
a hundred leagues around.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.