an3.2:1.1 “Kammalakkhaṇo, bhikkhave, bālo, kammalakkhaṇo paṇḍito, apadānasobhanī paññāti.
Sutta tentang Ciri-ciri
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai seseorang—bukan dari penampilan atau reputasi, melainkan dari tindakan nyata. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merumuskan tiga ciri sederhana namun mendalam ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang bodoh dan seorang bijaksana masing-masing dapat dikenali melalui tiga hal: perbuatan buruk atau baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Beliau menekankan bahwa kebijaksanaan tampak dalam jejak perbuatan seseorang, dan mengajak para bhikkhu untuk berlatih menghindari tiga hal yang menandai kebodohan serta menjalankan tiga hal yang menandai kebijaksanaan.
an3.2:1.1 “Kammalakkhaṇo, bhikkhave, bālo, kammalakkhaṇo paṇḍito, apadānasobhanī paññāti.
an3.2:1.2 Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo.
an3.2:1.3 Katamehi tīhi?
an3.2:1.4 Kāyaduccaritena, vacīduccaritena, manoduccaritena.
an3.2:1.5 Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato bālo veditabbo.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.