‹
AN 3.1

Bhayasutta

Sutta tentang Bahaya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.1

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan dampak kebodohan dan kebijaksanaan dalam kehidupan. Perhatikan bagaimana perumpamaan api digunakan untuk menggambarkan bahaya yang ditimbulkan oleh orang bodoh, dan renungkan bagaimana kita dapat melatih diri untuk menjadi bijaksana.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa segala bahaya, kemalangan, dan bencana berasal dari orang bodoh, bukan dari orang bijaksana. Beliau menggunakan perumpamaan api yang menyebar dari gubuk alang-alang untuk mengilustrasikan bagaimana kebodohan dapat membawa kehancuran. Di akhir khotbah, Beliau mendorong para bhikkhu untuk berlatih menghindari tiga hal yang menandai orang bodoh dan menjalankan tiga hal yang menandai orang bijaksana.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.1:2.1 “Yāni kānici, bhikkhave, bhayāni uppajjanti sabbāni tāni bālato uppajjanti, no paṇḍitato.

an3.1:2.2 Ye keci upaddavā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato.

an3.1:2.3 Ye keci upasaggā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato.

an3.1:2.4 Seyyathāpi, bhikkhave, naḷāgārā vā tiṇāgārā vā aggi mutto kūṭāgārānipi ḍahati ullittāvalittāni nivātāni phusitaggaḷāni pihitavātapānāni;

an3.1:2.5 evamevaṁ kho, bhikkhave, yāni kānici bhayāni uppajjanti sabbāni tāni bālato uppajjanti, no paṇḍitato.

an3.1:2.6 Ye keci upaddavā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato.

an3.1:2.7 Ye keci upasaggā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.