‹
AN 3.1

Bhayasutta

Sutta tentang Bahaya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.1

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan dampak kebodohan dan kebijaksanaan dalam kehidupan. Perhatikan bagaimana perumpamaan api digunakan untuk menggambarkan bahaya yang ditimbulkan oleh orang bodoh, dan renungkan bagaimana kita dapat melatih diri untuk menjadi bijaksana.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa segala bahaya, kemalangan, dan bencana berasal dari orang bodoh, bukan dari orang bijaksana. Beliau menggunakan perumpamaan api yang menyebar dari gubuk alang-alang untuk mengilustrasikan bagaimana kebodohan dapat membawa kehancuran. Di akhir khotbah, Beliau mendorong para bhikkhu untuk berlatih menghindari tiga hal yang menandai orang bodoh dan menjalankan tiga hal yang menandai orang bijaksana.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.1:1.1

Evaṁ me sutaṁ—

Demikianlah yang kudengar:

So I have heard.

an3.1:1.2

ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme.

Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.

At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.

an3.1:1.3

Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi:

Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:

There the Buddha addressed the mendicants,

an3.1:1.4

“bhikkhavo”ti.

"Para bhikkhu!"

“Mendicants!”

an3.1:1.5

“Bhadante”ti te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.

"Yang Mulia," jawab para bhikkhu itu kepada Sang Bhagavā.

“Venerable sir,” they replied.

an3.1:1.6

Bhagavā etadavoca:

Sang Bhagavā berkata demikian:

The Buddha said this:

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.