Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.19
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menggunakan perumpamaan sederhana dari kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan prinsip spiritual. Perhatikan bagaimana Buddha menyusun khotbah ini secara paralel, dan renungkan apa makna 'ketekunan' dalam konteks praktik meditasi Anda sendiri.
Buddha membuka khotbah dengan perumpamaan seorang pedagang yang gagal atau berhasil mengembangkan usahanya berdasarkan ketekunannya bekerja pada pagi, siang, dan sore hari. Ia kemudian menerapkan perumpamaan yang sama kepada para bhikkhu: seorang bhikkhu yang tidak tekun melatih objek meditasi sebagai dasar konsentrasi pada tiga waktu tersebut tidak akan mampu memperoleh dan mengembangkan kualitas-kualitas baik batinnya, sedangkan yang tekun akan mampu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang memiliki tiga kualitas mampu memperoleh kualitas-kualitas baik yang belum diperoleh atau meningkatkan kualitas-kualitas baik yang telah diperoleh.
In the same way, a mendicant with three qualities is able to acquire more skillful qualities or to increase the skillful qualities they’ve already acquired.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu dengan tekun menegakkan objek meditasi sebagai dasar konsentrasi pada pagi hari, pada siang hari, dan pada sore hari.
It’s when a mendicant carefully focuses on a meditation subject as a basis of immersion in the morning, at midday, and in the afternoon.
Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang memiliki tiga kualitas ini mampu memperoleh kualitas-kualitas baik yang belum diperoleh atau meningkatkan kualitas-kualitas baik yang telah diperoleh.”
A mendicant who possesses these three qualities is able to acquire more skillful qualities or to increase the skillful qualities they’ve already acquired.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.