‹
AN 3.18

Devalokasutta

Khotbah tentang Alam Para Dewa

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.18

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah sebuah dialog singkat yang menggugah. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menggunakan pertanyaan hipotetis untuk mengarahkan para bhikkhu pada refleksi diri, lalu menarik kesimpulan yang lebih dalam tentang prioritas latihan spiritual.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha mengajukan pertanyaan hipotetis kepada para bhikkhu: apakah mereka akan merasa jijik, malu, dan muak jika ditanya apakah mereka menjalani kehidupan suci demi terlahir di alam para dewa. Setelah para bhikkhu mengiyakan, Beliau menegaskan bahwa jika mereka sudah merasa jijik terhadap hal-hal surgawi yang menyenangkan, maka sudah sepantasnya mereka juga merasa jijik, malu, dan muak terhadap perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.18:1.1 “Mendicants, if wanderers who follow another religion were to ask you:

an3.18:1.2 ‘Reverend, do you lead the spiritual life with the ascetic Gotama so that you can be reborn in the realm of the gods?’

an3.18:1.3 Being questioned like this, wouldn’t you be horrified, repelled, and disgusted?”

an3.18:1.5 “So it seems that you are horrified, repelled, and disgusted by heavenly lifespan, beauty, happiness, glory, and sovereignty.

an3.18:1.6 How much more then should you be horrified, embarrassed, and disgusted by bad conduct by way of body, speech, and mind.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.