“Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki tiga kualitas ini, bagaikan dibawa dan ditempatkan di neraka.
“Someone with three qualities is placed in hell as if delivered there.
Sāvajjasutta: Yang Tercela
Sutta ini adalah salah satu dari banyak khotbah pendek dalam Aṅguttara Nikāya yang menekankan pengelompokkan tiga kualitas. Mari kita renungkan bagaimana tiga pintu tindakan kita sehari-hari—pikiran, ucapan, dan perbuatan—dapat membentuk arah kehidupan kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki tiga kualitas tercela—perbuatan melalui tubuh, ucapan, dan pikiran yang tercela—akan terlahir di neraka. Sebaliknya, seseorang yang memiliki tiga kualitas tanpa cela—perbuatan melalui tubuh, ucapan, dan pikiran yang tanpa cela—akan terlahir di surga. Ajaran ini menekankan pentingnya moralitas dalam tiga pintu tindakan.
“Tīhi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki tiga kualitas ini, bagaikan dibawa dan ditempatkan di neraka.
“Someone with three qualities is placed in hell as if delivered there.
Katamehi tīhi?
Apakah tiga itu?
What three?
Sāvajjena kāyakammena, sāvajjena vacīkammena, sāvajjena manokammena—
Perbuatan tercela melalui tubuh, perbuatan tercela melalui ucapan, dan perbuatan tercela melalui pikiran—
Blameworthy deeds by way of body, speech, and mind.
Imehi kho, bhikkhave, tīhi dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
Para bhikkhu, seseorang yang memiliki tiga kualitas ini, bagaikan dibawa dan ditempatkan di neraka.
Someone with these three qualities is placed in hell as if delivered there.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.