an3.141:1.1 “Tayo ca, bhikkhave, assaparasse desessāmi tayo ca purisaparasse.
an3.141:1.2 Taṁ suṇātha, sādhukaṁ manasi karotha, bhāsissāmī”ti.
an3.141:1.3 “Evaṁ, bhante”ti kho te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
an3.141:1.4 Bhagavā etadavoca:
Khotbah tentang Kuda-Kuda Unggul
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang sederhana namun dalam untuk merenungkan kualitas diri kita sendiri. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan tiga tingkatan kemajuan spiritual dan kemampuan seorang praktisi.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang tiga jenis kuda unggul dan tiga jenis orang unggul. Perumpamaan kuda digunakan untuk mengilustrasikan tiga tingkatan kualitas seorang praktisi, yang dinilai dari 'kecepatan' (pencapaian spiritual), 'keindahan' (penguasaan ajaran), dan 'proporsi tubuh' (kemampuan memperoleh kebutuhan hidup).
an3.141:1.1 “Tayo ca, bhikkhave, assaparasse desessāmi tayo ca purisaparasse.
an3.141:1.2 Taṁ suṇātha, sādhukaṁ manasi karotha, bhāsissāmī”ti.
an3.141:1.3 “Evaṁ, bhante”ti kho te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
an3.141:1.4 Bhagavā etadavoca:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.