an3.140:1.1 “Tayo ca, bhikkhave, assakhaḷuṅke desessāmi tayo ca purisakhaḷuṅke.
an3.140:1.2 Taṁ suṇātha, sādhukaṁ manasi karotha, bhāsissāmī”ti.
an3.140:1.3 “Evaṁ, bhante”ti kho te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
an3.140:1.4 Bhagavā etadavoca:
Kuda Liar
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang sederhana namun dalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan kualitas-kualitas kuda liar ke dalam kualitas-kualitas seorang praktisi Dhamma.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan tentang tiga jenis kuda liar dan tiga jenis orang liar. Kuda liar dinilai dari kecepatan, keindahan, dan proporsi tubuhnya, sementara orang liar dinilai dari pemahaman terhadap Empat Kebenaran Mulia, kemampuan menjawab pertanyaan tentang Dhamma dan Vinaya, serta perolehan kebutuhan hidup. Sutta ini menggunakan perumpamaan kuda untuk mengilustrasikan kualitas-kualitas yang berbeda pada seorang praktisi.
an3.140:1.1 “Tayo ca, bhikkhave, assakhaḷuṅke desessāmi tayo ca purisakhaḷuṅke.
an3.140:1.2 Taṁ suṇātha, sādhukaṁ manasi karotha, bhāsissāmī”ti.
an3.140:1.3 “Evaṁ, bhante”ti kho te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
an3.140:1.4 Bhagavā etadavoca:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.