an3.13:4.1 Demikian pula, para bhikkhu, tiga individu ini ada dan terdapat di antara para bhikkhu.
an3.13:4.2 Apakah tiga itu?
an3.13:4.3 Yang tanpa harapan, yang penuh harapan, dan yang telah melampaui harapan.
an3.13:4.4 Dan apakah, para bhikkhu, seorang yang tanpa harapan?
an3.13:4.5 Di sini, para bhikkhu, seseorang tidak bermoral, berkarakter buruk, tidak suci, berperilaku mencurigakan, menyembunyikan perbuatannya, bukan seorang petapa meskipun mengaku sebagai petapa, bukan seorang pelaksana kehidupan suci meskipun mengaku sebagai pelaksana kehidupan suci, busuk di dalam, penuh kebocoran, dan hina.
an3.13:4.6 Ia mendengar:
an3.13:4.7 ‘Konon bhikkhu bernama demikian, dengan hancurnya kekotoran batin, telah merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan setelah mengetahuinya sendiri melalui pengetahuan langsung dalam kehidupan ini, ia berdiam di dalamnya.’
an3.13:4.8 Ia tidak berpikir:
an3.13:4.9 ‘Kapankah kiranya aku juga, dengan hancurnya kekotoran batin, akan merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan setelah mengetahuinya sendiri melalui pengetahuan langsung dalam kehidupan ini, akan berdiam di dalamnya.’
an3.13:4.10 Ini disebut, para bhikkhu, seorang yang tanpa harapan.
