Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.128
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang kuat dan mudah diingat untuk menggambarkan kondisi batin yang tidak sehat. Perhatikan bagaimana Sang Buddha membangun metafora dari hal yang sederhana—lalat yang mengerumuni luka—menjadi gambaran tentang bagaimana pikiran-pikiran buruk menguasai seseorang yang tidak menjaga indrianya.
Suatu pagi di Varanasi, Sang Buddha melihat seorang bhikkhu yang tidak puas dan mencari kesenangan duniawi. Beliau menasihatinya dengan perumpamaan tentang kepahitan, kebusukan, dan lalat. Ketika para bhikkhu lain bertanya tentang makna perumpamaan itu, Sang Buddha menjelaskan bahwa keinginan adalah kepahitan, niat jahat adalah kebusukan, dan pikiran buruk adalah lalat yang mengerumuni batin yang tidak terjaga.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.128:1.1 At one time the Buddha was staying near Varanasi in the deer park at Isipatana.
an3.128:1.2 Then the Buddha robed up in the morning and, taking his bowl and robe, entered Varanasi for alms.
an3.128:1.3 While the Buddha was walking for alms near the cow-hitching place at the wavy leaf fig, he saw a disgruntled monk who was looking for pleasure in external things, unmindful, without situational awareness or immersion, with straying mind and undisciplined faculties.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.128 · Sutta tentang Kepahitan | Tiga Keranjang