Kāyamuniṁ vacīmuniṁ,
Seorang bijaksana dalam tubuh, seorang bijaksana dalam ucapan,
A sage in body, a sage in speech,
Khotbah tentang Kebijaksanaan
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna kebijaksanaan secara utuh—bukan hanya dalam pikiran, tetapi juga dalam tindakan dan ucapan sehari-hari. Perhatikan bagaimana ketiga aspek ini saling melengkapi dan berpuncak pada kebebasan batin yang mendalam.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha membabarkan tiga jenis kebijaksanaan (moneyya): kebijaksanaan tubuh, ucapan, dan pikiran. Kebijaksanaan tubuh dan ucapan dijelaskan sebagai penghindaran dari perbuatan tidak bajik melalui tubuh dan ucapan, sementara kebijaksanaan pikiran adalah pencapaian tertinggi, yaitu kebebasan batin melalui hancurnya kekotoran batin. Sutta ditutup dengan syair yang merangkum kualitas seorang bijaksana yang telah melepaskan segalanya.
Kāyamuniṁ vacīmuniṁ,
Seorang bijaksana dalam tubuh, seorang bijaksana dalam ucapan,
A sage in body, a sage in speech,
cetomuniṁ anāsavaṁ;
seorang bijaksana dalam pikiran, tanpa kekotoran;
a sage undefiled in heart;
Muniṁ moneyyasampannaṁ,
Seorang bijaksana yang sempurna dalam kebijaksanaan,
a sage, blessed with sagacity,
āhu sabbappahāyinan”ti.
mereka sebut sebagai orang yang telah melepaskan segalanya.”
has given up everything, they say.”
Dasamaṁ.
Kesepuluh.
Āpāyikavaggo dutiyo.
Bab kedua tentang Alam Sengsara.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.