an3.121:4.1 Kāyasuciṁ vacīsuciṁ,
an3.121:4.2 cetosuciṁ anāsavaṁ;
an3.121:4.3 Suciṁ soceyyasampannaṁ,
an3.121:4.4 āhu ninhātapāpakan”ti.
an3.121:4.5 Navamaṁ.
Kesucian (Ke dua)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bahwa kesucian tidak hanya soal perilaku lahiriah, tetapi juga kejernihan batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci ketiga aspek kesucian ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga jenis kesucian: kesucian tubuh, ucapan, dan pikiran. Kesucian tubuh dan ucapan dijelaskan sebagai penghindaran dari perbuatan tidak baik, sementara kesucian pikiran dijelaskan secara lebih mendalam sebagai kesadaran penuh terhadap keberadaan dan lenyapnya rintangan batin seperti keinginan indrawi, niat buruk, kemalasan, kegelisahan, dan keragu-raguan. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan pentingnya kebersihan batin yang tanpa noda.
an3.121:4.1 Kāyasuciṁ vacīsuciṁ,
an3.121:4.2 cetosuciṁ anāsavaṁ;
an3.121:4.3 Suciṁ soceyyasampannaṁ,
an3.121:4.4 āhu ninhātapāpakan”ti.
an3.121:4.5 Navamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.