Kathañca, bhikkhave, anāgate chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa depan yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul?
Sumber-Sumber (Ke Dua)
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana keinginan dan nafsu sebenarnya lahir dalam batin, bukan dari objeknya, melainkan dari cara kita memikirkannya. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang akar mula perbuatan dan jalan untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga sumber yang menyebabkan munculnya perbuatan (kamma), yaitu keinginan dan nafsu terhadap hal-hal di masa lampau, masa depan, dan masa kini. Beliau juga menguraikan bagaimana keinginan itu muncul melalui perenungan batin, serta bagaimana seseorang dapat terbebas darinya dengan memahami akibat di masa depan dan melihat realitas dengan kebijaksanaan.
Kathañca, bhikkhave, anāgate chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa depan yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul?
Anāgate, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha cetasā anuvitakketi anuvicāreti.
Para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa depan yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, seseorang merenungkan dan mempertimbangkannya dalam batin.
Tassa anāgate chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha cetasā anuvitakkayato anuvicārayato chando jāyati.
Ketika ia merenungkan dan mempertimbangkan dalam batin sehubungan dengan hal-hal di masa depan yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul.
Chandajāto tehi dhammehi saṁyutto hoti.
Setelah keinginan muncul, ia menjadi terikat pada hal-hal tersebut.
Etamahaṁ, bhikkhave, saṁyojanaṁ vadāmi yo cetaso sārāgo.
Para bhikkhu, inilah yang Kusebut belenggu, yaitu nafsu yang melekat dalam batin.
Evaṁ kho, bhikkhave, anāgate chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati.
Demikianlah, para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa depan yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.