an3.102:5.0 Tassuddānaṁ
an3.102:5.1 Accāyikaṁ pavivekaṁ,
an3.102:5.2 Sarado parisā tayo;
an3.102:5.3 Ājānīyā potthako ca,
an3.102:5.4 Loṇaṁ dhovati nimittānīti.
an3.102:5.5 Dutiyo paṇṇāsako samatto.
Nimittasutta
Sutta ini memberikan panduan praktis tentang keseimbangan dalam meditasi. Mari kita simak bagaimana Buddha menggunakan perumpamaan pandai emas untuk menjelaskan pentingnya mengatur energi dan ketenangan dalam latihan batin.
Dalam sutta ini, Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tiga landasan yang harus diperhatikan secara seimbang oleh seorang yang berlatih pikiran lebih tinggi: landasan ketenangan, landasan usaha, dan landasan keseimbangan. Jika hanya satu landasan yang digunakan, pikiran akan cenderung malas, gelisah, atau tidak terkonsentrasi dengan benar. Dengan memperhatikan ketiganya secara bergantian, pikiran menjadi lunak, mudah diolah, bersinar, dan mampu mencapai berbagai realisasi, termasuk kekuatan batin dan akhir kekotoran batin.
an3.102:5.0 Tassuddānaṁ
an3.102:5.1 Accāyikaṁ pavivekaṁ,
an3.102:5.2 Sarado parisā tayo;
an3.102:5.3 Ājānīyā potthako ca,
an3.102:5.4 Loṇaṁ dhovati nimittānīti.
an3.102:5.5 Dutiyo paṇṇāsako samatto.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.