‹
AN 3.100

Loṇakapallasutta

Khotbah tentang Segumpal Garam

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.100

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana hukum kamma bekerja secara lebih bernuansa, tidak sederhana dan mekanis. Melalui perumpamaan yang hidup, kita diajak melihat bahwa pengembangan diri adalah kunci untuk meringankan beban akibat perbuatan lampau.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha menjelaskan bahwa akibat suatu perbuatan tidak selalu sama bagi setiap orang, melainkan bergantung pada kondisi batin dan moral pelakunya. Ia menggunakan perumpamaan segumpal garam yang membuat air sedikit menjadi asin, tetapi tidak berpengaruh pada sungai besar, untuk menunjukkan bahwa orang yang tidak mengembangkan diri akan menderita berat akibat kesalahan kecil, sementara orang yang telah mengembangkan diri akan mengalaminya dengan ringan di kehidupan ini juga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.100:3.1

Kathaṁrūpassa, bhikkhave, puggalassa tādisaṁyeva appamattakaṁ pāpakammaṁ kataṁ diṭṭhadhammavedanīyaṁ hoti, nāṇupi khāyati, kiṁ bahudeva?

Orang seperti apakah, para bhikkhu, yang melakukan perbuatan buruk kecil yang sama, namun ia mengalaminya dalam kehidupan ini, sehingga tidak ada sisa sedikit pun, apalagi banyak?

What kind of individual does the same trivial bad deed, but experiences it in this life, so that not even a little remains, let alone a lot?

an3.100:3.2

Idha, bhikkhave, ekacco puggalo bhāvitakāyo hoti bhāvitasīlo bhāvitacitto bhāvitapañño aparitto mahatto appamāṇavihārī.

Di sini, para bhikkhu, ada seseorang yang telah mengembangkan tubuhnya, telah mengembangkan moralitasnya, telah mengembangkan pikirannya, telah mengembangkan kebijaksanaannya; ia tidak picik, tetapi berjiwa besar, berdiam dalam yang tak terukur.

An individual who has developed their physical endurance, ethics, mind, and wisdom. They’re not small-minded, but are big-hearted, meditating on the immeasurables.

an3.100:3.3

Evarūpassa, bhikkhave, puggalassa tādisaṁyeva appamattakaṁ pāpakammaṁ kataṁ diṭṭhadhammavedanīyaṁ hoti, nāṇupi khāyati, kiṁ bahudeva.

Orang seperti itulah, para bhikkhu, yang melakukan perbuatan buruk kecil yang sama, namun ia mengalaminya dalam kehidupan ini, sehingga tidak ada sisa sedikit pun, apalagi banyak.

That kind of individual does the same trivial bad deed, but experiences it in this life, so that not even a little remains, let alone a lot.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.