Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.100
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana hukum kamma bekerja secara lebih bernuansa, tidak sederhana dan mekanis. Melalui perumpamaan yang hidup, kita diajak melihat bahwa pengembangan diri adalah kunci untuk meringankan beban akibat perbuatan lampau.
Buddha menjelaskan bahwa akibat suatu perbuatan tidak selalu sama bagi setiap orang, melainkan bergantung pada kondisi batin dan moral pelakunya. Ia menggunakan perumpamaan segumpal garam yang membuat air sedikit menjadi asin, tetapi tidak berpengaruh pada sungai besar, untuk menunjukkan bahwa orang yang tidak mengembangkan diri akan menderita berat akibat kesalahan kecil, sementara orang yang telah mengembangkan diri akan mengalaminya dengan ringan di kehidupan ini juga.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.100:4.6 “Karena, Bhante, hanya ada sedikit air di dalam mangkuk itu, maka air itu akan menjadi asin dan tidak dapat diminum oleh segumpal garam itu.”
an3.100:4.7 “Misalkan, para bhikkhu, seseorang melemparkan segumpal garam ke dalam sungai Gangga.
an3.100:4.8 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
an3.100:4.9 apakah sungai Gangga itu akan menjadi asin dan tidak dapat diminum oleh segumpal garam itu?”
an3.100:4.12 “Karena, Bhante, sungai Gangga itu memiliki massa air yang besar, maka ia tidak akan menjadi asin dan tidak dapat diminum oleh segumpal garam itu.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.100 · Khotbah tentang Segumpal Garam | Tiga Keranjang