“Rāgassa, bhikkhave, pariññāya…
“Para bhikkhu, demi pemahaman penuh atas keserakahan…
“For the complete understanding of greed …
Syair tentang Keserakahan
Sutta ini sangat singkat dan berulang, namun menyimpan pesan mendalam tentang pentingnya pengembangan batin. Saat membacanya, perhatikan bagaimana setiap tujuan spiritual—dari pemahaman hingga pelepasan—menuntut usaha yang sama: mengembangkan sebelas hal. Ini mengingatkan kita bahwa jalan menuju kebebasan membutuhkan latihan yang konsisten dan menyeluruh.
Sutta ini merupakan bagian dari rangkaian syair tentang keserakahan (rāgapeyyāla) dalam Aṅguttara Nikāya. Buddha menyampaikan bahwa untuk mencapai berbagai tujuan spiritual—mulai dari pemahaman penuh hingga pelepasan total atas keserakahan—seorang bhikkhu perlu mengembangkan sebelas hal. Teks ini sangat ringkas dan berulang, menekankan pentingnya pengembangan faktor-faktor batin tertentu sebagai jalan menuju kebebasan dari keserakahan.
“Rāgassa, bhikkhave, pariññāya…
“Para bhikkhu, demi pemahaman penuh atas keserakahan…
“For the complete understanding of greed …
parikkhayāya…
demi penghancuran total…
complete ending …
pahānāya…
demi pelepasan…
giving up …
khayāya…
demi berakhirnya…
ending …
vayāya…
demi lenyapnya…
vanishing …
virāgāya…
demi memudarnya…
fading away …
nirodhāya…
demi berhentinya…
cessation …
cāgāya…
demi ditinggalkannya…
giving away …
paṭinissaggāya…
demi dilepaskannya…
letting go …
ime ekādasa dhammā bhāvetabbā”.
kesebelas hal ini harus dikembangkan.”
these eleven things should be developed.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.