‹
AN 11.17

Gopālasutta

Sutta Penggembala Sapi

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 11.17

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterampilan duniawi sehari-hari bisa menjadi cermin bagi latihan batin. Mari kita telusuri satu per satu perumpamaan penggembala sapi ini dan lihat bagaimana ia diterjemahkan ke dalam kualitas seorang bhikkhu.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini menggunakan perumpamaan seorang penggembala sapi yang cakap untuk menggambarkan sebelas kualitas seorang bhikkhu yang mampu bertumbuh dalam Dhamma dan Vinaya. Buddha menguraikan sebelas faktor penggembala yang baik, lalu memetakannya satu per satu ke dalam kualitas-kualitas batin dan praktik seorang bhikkhu, mulai dari memahami bentuk, melatih indria, hingga menghormati para bhikkhu senior.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an11.17:1.1

“Ekādasahi, bhikkhave, aṅgehi samannāgato gopālako abhabbo gogaṇaṁ pariharituṁ phātiṁ kātuṁ.

“Para bhikkhu, seorang penggembala sapi yang memiliki sebelas faktor tidak mampu memelihara dan mengembangkan kawanan sapi.

“Mendicants, a cowherd with eleven factors can’t maintain and expand a herd of cattle.

an11.17:1.2

Katamehi ekādasahi?

Apakah sebelas itu?

What eleven?

an11.17:1.3

Idha, bhikkhave, gopālako na rūpaññū hoti, na lakkhaṇakusalo hoti, na āsāṭikaṁ hāretā hoti, na vaṇaṁ paṭicchādetā hoti, na dhūmaṁ kattā hoti, na titthaṁ jānāti, na pītaṁ jānāti, na vīthiṁ jānāti, na gocarakusalo hoti, anavasesadohī ca hoti, ye te usabhā gopitaro gopariṇāyakā te na atirekapūjāya pūjetā hoti.

Di sini, para bhikkhu, seorang penggembala sapi tidak mengetahui bentuk, tidak terampil dalam ciri-ciri, tidak membuang telur lalat, tidak menutup luka, tidak membuat asap, tidak mengetahui tempat penyeberangan, tidak mengetahui kepuasan, tidak mengetahui jalan, tidak terampil dalam padang rumput, memerah susu sampai habis, dan tidak memberikan penghormatan istimewa kepada sapi-sapi jantan yang menjadi induk dan pemimpin kawanan.

It’s when a cowherd doesn’t know form, is unskilled in characteristics, doesn’t pick out flies’ eggs, doesn’t dress wounds, doesn’t spread smoke, doesn’t know the ford, doesn’t know satisfaction, doesn’t know the trail, is not skilled in pastures, milks dry, and doesn’t show extra respect to the bulls who are fathers and captains of the herd.

an11.17:1.4

Imehi kho, bhikkhave, ekādasahi aṅgehi samannāgato gopālako abhabbo gogaṇaṁ pariharituṁ phātiṁ kātuṁ.

Para bhikkhu, seorang penggembala sapi yang memiliki sebelas faktor ini tidak mampu memelihara dan mengembangkan kawanan sapi.

A cowherd with these eleven factors can’t maintain and expand a herd of cattle.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.