an11.17:6.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak menutup luka?
an11.17:6.2 Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu setelah melihat bentuk dengan mata, ia menangkap ciri-ciri dan menangkap detail-detailnya;
an11.17:6.3 karena indria mata tidak terkekang, maka nafsu keinginan dan ketidak-puasan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda dirinya. Ia tidak berlatih untuk kekangan itu; ia tidak menjaga indria mata, dan tidak mencapai kekangan atas indria mata.
an11.17:6.4 Setelah mendengar suara dengan telinga …
an11.17:6.5 Setelah mencium bau dengan hidung …
an11.17:6.6 Setelah mengecap rasa dengan lidah …
an11.17:6.7 Setelah merasakan sentuhan dengan tubuh …
an11.17:6.8 Setelah mengetahui fenomena pikiran dengan pikiran, ia menangkap ciri-ciri dan menangkap detail-detailnya;
an11.17:6.9 karena indria pikiran tidak terkekang, maka nafsu keinginan dan ketidak-puasan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda dirinya. Ia tidak berlatih untuk kekangan itu; ia tidak menjaga indria pikiran, dan tidak mencapai kekangan atas indria pikiran.
an11.17:6.10 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak menutup luka.
