“Tena hi, subhūti, suṇāhi, sādhukaṁ manasi karohi; bhāsissāmī”ti.
“Kalau begitu, Subhūti, dengarkanlah, perhatikanlah dengan baik, Aku akan berbicara.”
“Well then, Subhūti, listen and apply your mind well, I will speak.”
Khotbah dengan Subhūti
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa arti keyakinan yang sejati dalam praktik Buddhis. Keyakinan bukanlah sekadar pernyataan, melainkan sesuatu yang terbukti melalui kualitas dan perilaku nyata seseorang.
Buddha bertanya kepada Subhūti tentang seorang bhikkhu bernama Saddha yang baru saja meninggalkan kehidupan rumah tangga karena keyakinan. Buddha kemudian membabarkan sebelas bukti keyakinan (saddhāpadāna) yang harus dimiliki seorang bhikkhu yang berkeyakinan, mulai dari moralitas hingga pencapaian kebebasan total. Subhūti menegaskan bahwa Saddha memiliki semua kualitas tersebut, dan Buddha memuji serta meminta Subhūti untuk selalu bersama Saddha.
“Tena hi, subhūti, suṇāhi, sādhukaṁ manasi karohi; bhāsissāmī”ti.
“Kalau begitu, Subhūti, dengarkanlah, perhatikanlah dengan baik, Aku akan berbicara.”
“Well then, Subhūti, listen and apply your mind well, I will speak.”
“Evaṁ, bhante”ti kho āyasmā subhūti bhagavato paccassosi.
“Baik, Bhante,” Yang Mulia Subhūti menjawab.
“Yes, sir,” Subhūti replied.
Bhagavā etadavoca:
Bhagavā berkata sebagai berikut:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.