“Sādhu sādhu, mahānāma.
"Bagus, bagus, Mahānāma.
“Good, good, Mahānāma!
Dengan Mahānāma (Ke dua)
Sutta ini adalah nasihat langsung dari Buddha kepada seorang perumah tangga yang ingin berlatih di tengah kesibukan. Mari kita simak bagaimana Buddha merangkai jawaban yang praktis dan menenangkan, menunjukkan bahwa latihan spiritual tidak harus terpisah dari kehidupan sehari-hari.
Mahānāma, seorang anggota suku Sakya yang baru sembuh dari sakit, mendengar bahwa Sang Buddha akan segera meninggalkan Kapilavatthu. Ia bertanya cara praktik yang tepat bagi para perumah tangga yang hidup dalam berbagai kesibukan. Buddha menjawab dengan mengajarkan lima kualitas dasar yang harus dimiliki, kemudian mengembangkan enam pengingatan (anussati): mengingat Buddha, Dhamma, Saṅgha, moralitas sendiri, kedermawanan sendiri, dan para dewa. Pengingatan ini membawa pikiran menjadi lurus, bebas dari nafsu, kebencian, dan delusi, serta dapat dipraktikkan dalam segala aktivitas sehari-hari.
“Sādhu sādhu, mahānāma.
"Bagus, bagus, Mahānāma.
“Good, good, Mahānāma!
Etaṁ kho, mahānāma, tumhākaṁ patirūpaṁ kulaputtānaṁ yaṁ tumhe tathāgataṁ upasaṅkamitvā puccheyyātha:
Sungguh tepat, Mahānāma, bagi para putra keluarga sepertimu untuk mendatangi Tathāgata dan bertanya:
It’s appropriate that gentlemen such as you come to me and ask:
‘tesaṁ no, bhante, nānāvihārehi viharataṁ kenassa vihārena vihātabban’ti?
'Kami, Bhante, hidup dalam berbagai cara. Cara manakah yang seharusnya kami praktikkan?'
‘We spend our life in various ways. Which of these should we practice?’
Saddho kho, mahānāma, ārādhako hoti, no assaddho;
Orang yang berkeyakinan, Mahānāma, berhasil, bukan orang yang tanpa keyakinan;
The faithful succeed, not the faithless.
āraddhavīriyo ārādhako hoti, no kusīto;
orang yang bersemangat berhasil, bukan orang yang malas;
The energetic succeed, not the lazy.
upaṭṭhitassati ārādhako hoti, no muṭṭhassati;
Orang yang penuh perhatian berhasil, bukan yang lalai.
The mindful succeed, not the unmindful.
samāhito ārādhako hoti, no asamāhito;
Orang yang terkonsentrasi berhasil, bukan yang tidak terkonsentrasi.
Those with immersion succeed, not those without immersion.
paññavā ārādhako hoti, no duppañño.
Orang yang bijaksana berhasil, bukan yang bodoh.
The wise succeed, not the witless.
Imesu kho tvaṁ, mahānāma, pañcasu dhammesu patiṭṭhāya cha dhamme uttari bhāveyyāsi.
Setelah kokoh dalam kelima hal ini, Mahānāma, engkau harus mengembangkan enam hal lebih lanjut.
When you’re grounded on these five things, go on to develop six further things.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.