‹
AN 10.77

Kākasutta

Sutta tentang Gagak

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.77

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan kualitas buruk yang harus dihindari. Mari kita renungkan bagaimana sifat-sifat tersebut dapat muncul dalam diri kita dan bagaimana kita dapat mengatasinya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan seekor gagak yang memiliki sepuluh kualitas buruk untuk menggambarkan seorang bhikkhu jahat. Keduanya sama-sama memiliki sifat-sifat negatif seperti kurang ajar, rakus, kejam, dan tidak waspada. Sutta ini menekankan pentingnya menghindari kualitas-kualitas buruk tersebut dalam kehidupan spiritual.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an10.77:1.1 “Para bhikkhu, seekor gagak memiliki sepuluh kualitas buruk.

an10.77:1.3 Ia kurang ajar, lancang, rakus, lahap, kejam, tidak berbelas kasihan, lemah, berisik, tidak waspada, dan serakah.

an10.77:1.4 Para bhikkhu, seekor gagak memiliki sepuluh kualitas buruk ini.

an10.77:1.5 Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat memiliki sepuluh kualitas buruk ini.

an10.77:1.7 Ia kurang ajar, lancang, rakus, lahap, kejam, tidak berbelas kasihan, lemah, berisik, tidak waspada, dan serakah.

an10.77:1.8 Para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat memiliki sepuluh kualitas buruk ini.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.