‹
AN 10.50

Bhaṇḍanasutta

Khotbah tentang Pertengkaran

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.50

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggambarkan momen ketika Sang Buddha menengahi pertengkaran di antara para bhikkhu. Mari kita simak bagaimana Beliau mengarahkan perhatian mereka dari perselisihan menuju kualitas-kualitas yang membangun kehangatan dan kerukunan dalam komunitas.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha mendapati para bhikkhu di aula pertemuan sedang bertengkar dan saling melukai dengan kata-kata tajam. Beliau menegur mereka dan mengajarkan sepuluh kualitas yang menghangatkan hati (sāraṇīyā dhammā) yang menumbuhkan kasih sayang, rasa hormat, kebersamaan, dan kerukunan dalam Saṅgha, tanpa perselisihan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.50:2.1

Atha kho bhagavā sāyanhasamayaṁ paṭisallānā vuṭṭhito yena upaṭṭhānasālā tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā paññatte āsane nisīdi.

Kemudian pada sore hari, Sang Bhagavā keluar dari keterasingan dan mendatangi aula pertemuan. Setelah tiba, Beliau duduk di tempat yang telah disiapkan.

Then in the late afternoon, the Buddha came out of retreat and went to the assembly hall. He sat down on the seat spread out,

an10.50:2.2

Nisajja kho bhagavā bhikkhū āmantesi:

Setelah duduk, Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:

and addressed the mendicants:

an10.50:2.3

“kāya nuttha, bhikkhave, etarahi kathāya sannisinnā sannipatitā, kā ca pana vo antarākathā vippakatā”ti?

“Para bhikkhu, pembicaraan apakah yang sedang kalian duduki dan kumpuli saat ini? Dan pembicaraan apakah yang sedang kalian tinggalkan?”

“Mendicants, what were you sitting talking about just now? What conversation was left unfinished?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.