‹
AN 10.44

Kusinārasutta

Sutta di Kusinārā

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.44

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita berkomunikasi, terutama saat ingin mengoreksi atau menegur orang lain. Mari kita simak syarat-syarat yang diajarkan Sang Buddha agar teguran kita lahir dari kebijaksanaan dan cinta kasih, bukan dari reaksi emosional.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang bhikkhu sebelum menegur atau mengoreksi bhikkhu lain. Ia menguraikan lima hal yang harus direnungkan dalam diri sendiri—kemurnian perilaku badan, ucapan, pikiran cinta kasih, penguasaan ajaran, dan penguasaan vinaya—serta lima prinsip yang harus ditegakkan: berbicara pada waktu yang tepat, sesuai fakta, dengan lembut, bermanfaat, dan dengan pikiran cinta kasih. Sutta ini menekankan pentingnya introspeksi dan tanggung jawab etis dalam komunikasi antar sesama praktisi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.44:6.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, codakena bhikkhunā paraṁ codetukāmena evaṁ paccavekkhitabbaṁ:

Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang hendak menegur orang lain hendaknya merenungkan demikian:

Furthermore, a mendicant who wants to accuse another should check this:

an10.44:6.2

‘ubhayāni kho pana me pātimokkhāni vitthārena svāgatāni honti suvibhattāni suppavattīni suvinicchitāni suttaso anubyañjanaso.

‘Apakah kedua Pātimokkha telah diteruskan kepadaku secara terperinci, terbagi dengan baik, dikuasai dengan baik, dan dipertimbangkan dengan baik, baik dalam hal aturan maupun penjelasannya?

‘Have both monastic codes been passed down to me in detail, well analyzed, well mastered, and well evaluated in both the rules and accompanying material?

an10.44:6.3

Saṁvijjati nu kho me eso dhammo udāhu no’ti?

Apakah kualitas ini ada padaku atau tidak?’

Is this thing found in me or not?’

an10.44:6.4

No ce, bhikkhave, bhikkhuno ubhayāni pātimokkhāni vitthārena svāgatāni honti suvibhattāni suppavattīni suvinicchitāni suttaso anubyañjanaso, ‘idaṁ panāyasmā, kattha vuttaṁ bhagavatā’ti, iti puṭṭho na sampāyissati.

Jika tidak, para bhikkhu, jika kedua Pātimokkha belum diteruskan kepada seorang bhikkhu secara terperinci, terbagi dengan baik, dikuasai dengan baik, dan dipertimbangkan dengan baik, baik dalam hal aturan maupun penjelasannya, maka ketika ditanya ‘Di manakah hal ini dikatakan oleh Bhagavā, Yang Mulia?’ ia tidak akan mampu menjawab.

If it’s not, and if they are unable to respond when asked “Venerable, where was this spoken by the Buddha?” there will be people who say:

an10.44:6.5

Tassa bhavanti vattāro:

Maka akan ada orang-orang yang berkata:

an10.44:6.6

‘iṅgha tāva āyasmā vinayaṁ sikkhassū’ti, itissa bhavanti vattāro.

‘Marilah, Yang Mulia, berlatihlah dalam Vinaya terlebih dahulu.’ Demikianlah akan ada orang-orang yang berkata.

‘Come on, venerable, train in the monastic code first.’

an10.44:6.7

Ime pañca dhammā ajjhattaṁ paccavekkhitabbā.

Inilah lima hal yang hendaknya direnungkan secara internal.

These are the five things they should check in themselves.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.