an10.30:15.0 Tassuddānaṁ
an10.30:15.1 Sīhādhivutti kāyena,
an10.30:15.2 cundena kasiṇena ca;
an10.30:15.3 Kāḷī ca dve mahāpañhā,
an10.30:15.4 kosalehi pare duveti.
Kosala (2)
Sutta ini memperlihatkan momen yang langka dan hangat: seorang raja yang baru menang perang datang bukan untuk memamerkan kekuasaan, melainkan untuk bersujud dan mengungkapkan rasa terima kasihnya. Simaklah alasan-alasan yang ia sampaikan, karena melalui kata-kata seorang raja, kita diajak merenungkan kualitas-kualitas luhur yang membuat seseorang layak dihormati.
Raja Pasenadi dari Kosala, baru saja memenangkan pertempuran, mengunjungi Buddha di Hutan Jeta. Ia memberikan penghormatan tertinggi kepada Buddha dan menjelaskan alasannya: rasa terima kasih dan balas budi. Ia merinci sepuluh kualitas mulia Buddha yang membuatnya layak dihormati, mulai dari dedikasinya pada kesejahteraan banyak orang hingga pencapaian kebebasan sempurna.
an10.30:15.0 Tassuddānaṁ
an10.30:15.1 Sīhādhivutti kāyena,
an10.30:15.2 cundena kasiṇena ca;
an10.30:15.3 Kāḷī ca dve mahāpañhā,
an10.30:15.4 kosalehi pare duveti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.