an10.29:7.1 Perceiving form internally, someone sees forms externally, limitless, both pretty and ugly.
an10.29:7.2 Mastering them, they perceive: ‘I know and see.’
an10.29:7.3 This is the second dimension of mastery.
Kosala (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang selama ini kita anggap paling tinggi dan berharga. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha menyusun tangga pencapaian dari yang duniawi hingga yang paling luhur, dan apa kesimpulan beliau tentang semuanya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang kefanaan segala sesuatu yang dianggap tertinggi, mulai dari kekuasaan duniawi Raja Pasenadi, keagungan Mahābrahmā, hingga pencapaian meditasi dan pandangan-pandangan luhur. Dengan melihat bahwa bahkan yang terunggul pun mengalami perubahan dan kemunduran, seorang siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu dan terbebas dari nafsu. Khotbah ini memuncak pada penegasan Buddha bahwa ia mengajarkan pemahaman penuh atas kenikmatan indria, bentuk, dan perasaan, serta Nibbāna tertinggi dalam kehidupan ini juga.
an10.29:7.1 Perceiving form internally, someone sees forms externally, limitless, both pretty and ugly.
an10.29:7.2 Mastering them, they perceive: ‘I know and see.’
an10.29:7.3 This is the second dimension of mastery.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.