‹
AN 10.28

Dutiyamahāpañhāsutta

Khotbah tentang Pertanyaan-Pertanyaan Besar (Ke dua)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.28

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini memperlihatkan bagaimana ajaran yang tampak seperti daftar dapat diuraikan menjadi panduan praktis menuju kebebasan. Perhatikan bagaimana bhikkhunī Kajaṅgalikā dengan rendah hati mengakui sumber pengetahuannya, namun tetap mampu memberikan penjelasan yang mendalam dan akhirnya diteguhkan oleh Buddha sendiri.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Para perumah tangga Kajaṅgalā mendatangi bhikkhunī Kajaṅgalikā untuk menanyakan makna terperinci dari khotbah singkat Buddha tentang 'Pertanyaan-Pertanyaan Besar'. Bhikkhunī Kajaṅgalikā, meskipun tidak mendengarnya langsung dari Buddha, menjelaskan bahwa setiap tingkatan pertanyaan (dari satu hingga sepuluh) merujuk pada kelompok ajaran tertentu yang, ketika dipahami sepenuhnya, membawa pada akhir penderitaan. Buddha kemudian mengonfirmasi kebenaran penjelasan bhikkhunī tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.28:4.1

“‘Eko pañho eko uddeso ekaṁ veyyākaraṇan’ti, iti kho panetaṁ vuttaṁ bhagavatā.

“‘Satu pertanyaan, satu ringkasan, satu penjelasan’—demikianlah dikatakan oleh Sang Bhagavā.

“‘One thing: question, summary recital, and answer.’ That’s what the Buddha said,

an10.28:4.2

Kiñcetaṁ paṭicca vuttaṁ?

Namun sehubungan dengan apakah hal itu dikatakan?

but why did he say it?

an10.28:4.3

Ekadhamme, āvuso, bhikkhu sammā nibbindamāno sammā virajjamāno sammā vimuccamāno sammā pariyantadassāvī sammadatthaṁ abhisamecca diṭṭheva dhamme dukkhassantakaro hoti.

Mengenai satu hal, para tuan, seorang bhikkhu yang dengan benar menjadi jijik, dengan benar menjadi bosan, dengan benar terbebaskan, dengan benar melihat batasnya, dan dengan benar memahami maknanya, menjadi pengakhir penderitaan dalam kehidupan ini juga.

Becoming completely disillusioned, dispassionate, and freed regarding one thing, seeing its limits and fully comprehending its meaning, a mendicant makes an end of suffering in this very life.

an10.28:4.4

Katamasmiṁ ekadhamme?

Mengenai satu hal apakah itu?

What one thing?

an10.28:4.5

Sabbe sattā āhāraṭṭhitikā—

‘Semua makhluk bertahan karena makanan’—

‘All sentient beings are sustained by food.’

an10.28:4.6

imasmiṁ kho, āvuso, ekadhamme bhikkhu sammā nibbindamāno sammā virajjamāno sammā vimuccamāno sammā pariyantadassāvī sammadatthaṁ abhisamecca diṭṭheva dhamme dukkhassantakaro hoti.

mengenai satu hal ini, para tuan, seorang bhikkhu yang dengan benar menjadi jijik, dengan benar menjadi bosan, dengan benar terbebaskan, dengan benar melihat batasnya, dan dengan benar memahami maknanya, menjadi pengakhir penderitaan dalam kehidupan ini juga.

Becoming completely disillusioned, dispassionate, and freed regarding this one thing, seeing its limits and fully comprehending its meaning, a mendicant makes an end of suffering in this very life.

an10.28:4.7

‘Eko pañho eko uddeso ekaṁ veyyākaraṇan’ti, iti yaṁ taṁ vuttaṁ bhagavatā idametaṁ paṭicca vuttaṁ.

‘Satu pertanyaan, satu ringkasan, satu penjelasan’—demikianlah dikatakan oleh Sang Bhagavā, dan sehubungan dengan inilah hal itu dikatakan.

‘One thing: question, summary recital, and answer.’ That’s what the Buddha said, and this is why he said it.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.