Micchādiṭṭhiko hoti, viparītadassano:
Ia berpandangan salah, memiliki cara pandang yang terbalik:
They have wrong view. Their perspective is distorted:
Disengaja (1)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pilihan tindakan sehari-hari—baik melalui tubuh, ucapan, maupun pikiran—memiliki konsekuensi yang pasti. Mari kita simak dengan tenang, karena ajaran ini bukan sekadar daftar larangan, melainkan gambaran jernih tentang hukum sebab-akibat yang bekerja dalam kehidupan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa perbuatan yang disengaja (sañcetanika kamma) tidak akan hilang tanpa dialami akibatnya, baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang. Beliau merinci sepuluh jenis tindakan tidak terampil—tiga melalui tubuh, empat melalui ucapan, dan tiga melalui pikiran—yang membawa penderitaan dan kelahiran kembali di alam rendah. Sebaliknya, sepuluh tindakan terampil yang berlawanan membawa kebahagiaan dan kelahiran kembali di alam surga, bagaikan dadu yang selalu jatuh dengan sisi yang benar.
Micchādiṭṭhiko hoti, viparītadassano:
Ia berpandangan salah, memiliki cara pandang yang terbalik:
They have wrong view. Their perspective is distorted:
‘natthi dinnaṁ …pe… ye imañca lokaṁ parañca lokaṁ sayaṁ abhiññā sacchikatvā pavedentī’ti.
‘Tidak ada manfaat dalam memberi, berkorban, atau persembahan. Tidak ada buah atau akibat dari perbuatan baik dan buruk. Tidak ada alam setelah kematian. Tidak ada ibu dan ayah, atau makhluk yang terlahir spontan. Dan tidak ada petapa atau brahmana yang berperilaku benar dan berlatih benar, yang menggambarkan alam setelah kematian setelah menyadarinya sendiri dengan kebijaksanaan langsung mereka.’
‘There’s no meaning in giving, sacrifice, or offerings. There’s no fruit or result of good and bad deeds. There’s no afterlife. There’s no such thing as mother and father, or beings that are reborn spontaneously. And there’s no ascetic or brahmin who is rightly comported and rightly practiced, and who describes the afterlife after realizing it with their own insight.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.