Dasahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ sagge.
Para bhikkhu, seseorang yang memiliki sepuluh kualitas ditempatkan di surga seolah-olah dibawa ke sana.
Someone with ten qualities is placed in heaven as if delivered there.
Khotbah tentang Neraka dan Surga (Ke-2)
Dalam khotbah ini, Sang Buddha dengan jelas memetakan akibat dari perbuatan baik dan buruk. Mari kita renungkan sepuluh kualitas yang disebutkan dan bagaimana kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan sepuluh kualitas yang membawa seseorang menuju neraka, seperti membunuh, mencuri, berbohong, dan pandangan salah. Sebaliknya, ia juga menguraikan sepuluh kualitas yang membawa seseorang menuju surga, yaitu menghindari perbuatan-perbuatan buruk tersebut dan mengembangkan pandangan benar. Khotbah ini menegaskan hukum karma dan akibat dari tindakan moral dalam kehidupan setelah kematian.
Dasahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ sagge.
Para bhikkhu, seseorang yang memiliki sepuluh kualitas ditempatkan di surga seolah-olah dibawa ke sana.
Someone with ten qualities is placed in heaven as if delivered there.
Katamehi dasahi?
Apakah sepuluh itu?
What ten?
Idha, bhikkhave, ekacco pāṇātipātaṁ pahāya pāṇātipātā paṭivirato hoti nihitadaṇḍo nihitasattho lajjī dayāpanno, sabbapāṇabhūtahitānukampī viharati.
Di sini, para bhikkhu, seseorang yang telah meninggalkan pembunuhan makhluk hidup, ia menghindari pembunuhan makhluk hidup, dengan tongkat diturunkan, dengan pedang diturunkan, ia malu berbuat jahat, penuh belas kasih, dan berdiam dengan simpati terhadap kesejahteraan semua makhluk hidup.
It’s when someone gives up killing living creatures, renouncing the rod and the sword. They’re scrupulous and kind, living full of sympathy for all living beings.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.