“Dasahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki sepuluh kualitas, bagaikan dibawa dan dilemparkan ke neraka.
“Someone with ten qualities is placed in hell as if delivered there.
Khotbah tentang Neraka dan Surga (Ke-1)
Sutta ini menyajikan ajaran tentang hukum karma dalam bentuk yang sangat terstruktur, dengan dua daftar paralel yang mudah diikuti. Perhatikan bagaimana setiap perilaku tidak terampil di bagian pertama secara persis dibalik menjadi perilaku terampil di bagian kedua, menunjukkan bahwa jalan menuju kebahagiaan adalah dengan secara aktif menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Sutta ini menyajikan dua daftar sepuluh kualitas yang menentukan tujuan kelahiran seseorang setelah meninggal. Bagian pertama menguraikan sepuluh perilaku tidak bermoral dan pandangan salah yang membawa seseorang ke neraka, sedangkan bagian kedua menguraikan sepuluh perilaku bermoral dan pandangan benar yang membawa seseorang ke surga. Ajaran ini menekankan hukum karma dan pentingnya kehidupan etis.
“Dasahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato yathābhataṁ nikkhitto evaṁ niraye.
“Para bhikkhu, seseorang yang memiliki sepuluh kualitas, bagaikan dibawa dan dilemparkan ke neraka.
“Someone with ten qualities is placed in hell as if delivered there.
Katamehi dasahi?
Apakah sepuluh itu?
What ten?
Idha, bhikkhave, ekacco pāṇātipātī hoti, luddo lohitapāṇi hatapahate niviṭṭho adayāpanno sabbapāṇabhūtesu.
Di sini, para bhikkhu, seseorang membunuh makhluk hidup. Ia kejam, berlumuran darah, terbiasa memukul dan membunuh, tanpa belas kasihan terhadap semua makhluk hidup.
It’s when someone kills living creatures. They’re violent, bloody-handed, a hardened killer, merciless to all living beings.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.