Sanāthā, bhikkhave, viharatha, mā anāthā.
Para bhikkhu, hendaknya kalian hidup dengan pelindung, bukan tanpa pelindung.
You should live with a protector, not without one.
Khotbah tentang Pelindung (Ke dua)
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan bahwa perlindungan sejati bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam diri sendiri melalui pengembangan kualitas-kualitas mulia. Mari kita simak sepuluh kualitas yang dimaksud.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan bahwa seorang bhikkhu sejati adalah pelindung bagi dirinya sendiri melalui sepuluh kualitas. Kualitas-kualitas ini, seperti moralitas, pembelajaran, persahabatan baik, dan kebijaksanaan, membuatnya dihormati dan dibimbing oleh para bhikkhu lain, sehingga ia tumbuh dalam hal-hal yang bermanfaat dan tidak mengalami kemunduran.
Sanāthā, bhikkhave, viharatha, mā anāthā.
Para bhikkhu, hendaknya kalian hidup dengan pelindung, bukan tanpa pelindung.
You should live with a protector, not without one.
Dukkhaṁ, bhikkhave, anātho viharati.
Para bhikkhu, hidup tanpa pelindung adalah penderitaan.
Living without a protector is suffering.
Ime kho, bhikkhave, dasa nāthakaraṇā dhammā”ti.
Para bhikkhu, inilah sepuluh kualitas yang berfungsi sebagai pelindung.”
These are the ten qualities that serve as protector.”
Idamavoca bhagavā.
Demikianlah yang dikatakan oleh Sang Bhagavā.
That is what the Buddha said.
Attamanā te bhikkhū bhagavato bhāsitaṁ abhinandunti.
Dengan gembira, para bhikkhu itu menyetujui apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā.
Satisfied, the mendicants approved what the Buddha said.
Aṭṭhamaṁ.
Ini adalah sutta kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.