“Tapanīyañca vo, bhikkhave, dhammaṁ desessāmi atapanīyañca.
“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan Dhamma yang menyiksa dan yang tidak menyiksa.
“I will teach you the mortifying principle and the unmortifying. …
Sutta tentang Menyiksa
Sutta ini mengajak kita merenungkan dua jalur kehidupan: satu yang membawa penderitaan dan satu yang membawa kedamaian. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang apa yang menyiksa dan apa yang tidak.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membedakan dua jenis Dhamma: yang menyiksa (tapanīya) dan yang tidak menyiksa (atapanīya). Dhamma yang menyiksa mencakup sepuluh tindakan tidak baik, seperti membunuh, mengambil yang tidak diberikan, dan pandangan salah. Sebaliknya, Dhamma yang tidak menyiksa adalah menghindari semua tindakan tersebut dan mengembangkan pandangan benar.
“Tapanīyañca vo, bhikkhave, dhammaṁ desessāmi atapanīyañca.
“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan Dhamma yang menyiksa dan yang tidak menyiksa.
“I will teach you the mortifying principle and the unmortifying. …
Taṁ suṇātha …pe…
Dengarkanlah itu …
katamo ca, bhikkhave, tapanīyo dhammo?
Dan apakah, para bhikkhu, Dhamma yang menyiksa?
And what is the mortifying principle?
Pāṇātipāto …pe…
Membunuh makhluk hidup …
Killing living creatures …
micchādiṭṭhi—
pandangan salah—
wrong view.
ayaṁ vuccati, bhikkhave, tapanīyo dhammo.
ini, para bhikkhu, disebut Dhamma yang menyiksa.
This is called the mortifying principle.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.