an10.184:2.1 Katamo ca, bhikkhave, anavajjo dhammo?
an10.184:2.2 Pāṇātipātā veramaṇī …pe…
an10.184:2.3 sammādiṭṭhi—
an10.184:2.4 ayaṁ vuccati, bhikkhave, anavajjo dhammo”ti.
an10.184:2.5 Sattamaṁ.
Sutta tentang Yang Tercela
Sutta ini memberikan kerangka sederhana namun mendalam untuk menilai tindakan: apakah membawa cela atau tidak. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang kedua prinsip ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang dua prinsip: yang tercela (sāvajja) dan yang tidak tercela (anavajja). Prinsip yang tercela mencakup sepuluh tindakan tidak baik, sedangkan prinsip yang tidak tercela adalah kebalikannya, yaitu menghindari tindakan-tindakan tersebut dan mengembangkan sepuluh tindakan baik.
an10.184:2.1 Katamo ca, bhikkhave, anavajjo dhammo?
an10.184:2.2 Pāṇātipātā veramaṇī …pe…
an10.184:2.3 sammādiṭṭhi—
an10.184:2.4 ayaṁ vuccati, bhikkhave, anavajjo dhammo”ti.
an10.184:2.5 Sattamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.