Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.177
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan hubungan antara perbuatan, kelahiran kembali, dan praktik persembahan. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab pertanyaan brahmana Jānussoṇi dengan cara yang tidak terduga dan mendalam.
Brahmana Jānussoṇi bertanya kepada Buddha apakah pemberian yang dipersembahkan untuk sanak saudara yang telah meninggal benar-benar bermanfaat bagi mereka. Buddha menjelaskan bahwa hal itu hanya bermanfaat jika sanak saudara tersebut terlahir di alam peta (alam setan), bukan di alam lain. Percakapan kemudian meluas pada penjelasan bahwa perbuatan baik dan buruk menentukan kelahiran kembali, dan bahwa berdana tidak pernah sia-sia bagi si pemberi, apa pun hasilnya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Yaṁ kho, brāhmaṇa, idha pāṇātipātā paṭivirato hoti …pe… sammādiṭṭhiko, tena so kāyassa bhedā paraṁ maraṇā devānaṁ sahabyataṁ upapajjati.
Karena di kehidupan ini ia menghindari pembunuhan makhluk hidup … dan memiliki pandangan benar, maka setelah kematian, saat hancurnya tubuh, ia terlahir kembali di alam para dewa.
Since in this life they didn’t kill living creatures … and had right view, they were reborn in the company of the gods.
Yañca kho so dātā hoti samaṇassa vā brāhmaṇassa vā annaṁ pānaṁ vatthaṁ yānaṁ mālāgandhavilepanaṁ seyyāvasathapadīpeyyaṁ, tena so tattha lābhī hoti dibbānaṁ pañcannaṁ kāmaguṇānaṁ.
Dan karena ia memberi kepada para petapa atau brahmana berupa makanan, minuman, pakaian, kendaraan, untaian bunga, wewangian, salep, tempat tidur, tempat tinggal, dan pelita, maka di sana ia memperoleh lima jenis kenikmatan indria surgawi.
Since they gave to ascetics or brahmins … they get to have the five kinds of heavenly sensual stimulation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 10.177 · Khotbah dengan Jānussoṇi | Tiga Keranjang