an10.176:22.1 Baik ia membenamkan diri dalam air tiga kali sehari maupun tidak, ia tetap tidak murni.
an10.176:22.2 Mengapa demikian?
an10.176:22.3 Karena sepuluh jalan perbuatan tidak terampil ini memang tidak murni dan menyebabkan ketidakmurnian.
Khotbah dengan Cunda
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna kesucian yang sesungguhnya. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan Cunda tentang ritual penyucian lahiriah, dan mengarahkannya pada pemurnian batin melalui etika pikiran, ucapan, dan perbuatan.
Cunda, seorang pandai besi, menyatakan keyakinannya pada praktik penyucian para brahmana barat yang melibatkan ritual sentuhan tanah, kotoran sapi, rumput, api, matahari, dan air. Buddha kemudian menjelaskan bahwa kesucian sejati dalam disiplin para mulia bukanlah ritual eksternal, melainkan menjauhi sepuluh jalan perbuatan tidak terampil dan mengembangkan sepuluh jalan perbuatan terampil melalui tubuh, ucapan, dan pikiran.
an10.176:22.1 Baik ia membenamkan diri dalam air tiga kali sehari maupun tidak, ia tetap tidak murni.
an10.176:22.2 Mengapa demikian?
an10.176:22.3 Karena sepuluh jalan perbuatan tidak terampil ini memang tidak murni dan menyebabkan ketidakmurnian.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.