Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.172
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini memperlihatkan bagaimana para bhikkhu belajar dari Sang Buddha dan kemudian meminta bantuan seorang siswa senior untuk memahami ajaran yang ringkas. Perhatikan bagaimana Mahākaccāna dengan rendah hati menguraikan ajaran tersebut dan bagaimana Sang Buddha kemudian mengonfirmasi kebenarannya.
Sang Buddha memberikan ringkasan singkat tentang perlunya mengetahui prinsip-prinsip buruk dan baik beserta akibat-akibatnya, lalu meninggalkan para bhikkhu tanpa penjelasan terperinci. Para bhikkhu kemudian meminta Yang Mulia Mahākaccāna untuk menguraikan makna ringkasan tersebut. Mahākaccāna menjelaskan sepuluh prinsip buruk (pembunuhan, pencurian, perilaku seksual salah, dusta, ucapan memecah belah, ucapan kasar, omong kosong, ketamakan, kebencian, pandangan salah) dan lawan-lawannya sebagai prinsip baik, lengkap dengan akibat buruk dan baiknya. Sang Buddha kemudian membenarkan penjelasan Mahākaccāna sebagai benar dan sesuai dengan pemahaman-Nya sendiri.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.172:9.1 “Certainly he is the Buddha, the one who knows and sees. He is vision, he is knowledge, he is the manifestation of principle, he is the manifestation of divinity. He is the preacher, the proclaimer, the elucidator of meaning, the bestower of freedom from death, the lord of truth, the Realized One.
an10.172:9.2 That was the time to approach the Buddha and ask about this matter.
an10.172:9.3 We should have remembered it in line with the Buddha’s answer.
an10.172:9.4 Still, Venerable Mahākaccāna is praised by the Buddha and esteemed by his sensible spiritual companions.
an10.172:9.5 He is capable of explaining in detail the meaning of this brief summary recital given by the Buddha.
an10.172:9.6 Please explain this, if it’s no trouble.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 10.172 · Khotbah tentang Prinsip-Prinsip Buruk (Ke-2) | Tiga Keranjang