an10.172:23.1 “Yes, reverend,” said those mendicants, approving and agreeing with what Mahākaccāna said. Then they rose from their seats and went to the Buddha, bowed, sat down to one side, and told him what had happened. Then they said:
Khotbah tentang Prinsip-Prinsip Buruk (Ke-2)
Sutta ini memperlihatkan bagaimana para bhikkhu belajar dari Sang Buddha dan kemudian meminta bantuan seorang siswa senior untuk memahami ajaran yang ringkas. Perhatikan bagaimana Mahākaccāna dengan rendah hati menguraikan ajaran tersebut dan bagaimana Sang Buddha kemudian mengonfirmasi kebenarannya.
Sang Buddha memberikan ringkasan singkat tentang perlunya mengetahui prinsip-prinsip buruk dan baik beserta akibat-akibatnya, lalu meninggalkan para bhikkhu tanpa penjelasan terperinci. Para bhikkhu kemudian meminta Yang Mulia Mahākaccāna untuk menguraikan makna ringkasan tersebut. Mahākaccāna menjelaskan sepuluh prinsip buruk (pembunuhan, pencurian, perilaku seksual salah, dusta, ucapan memecah belah, ucapan kasar, omong kosong, ketamakan, kebencian, pandangan salah) dan lawan-lawannya sebagai prinsip baik, lengkap dengan akibat buruk dan baiknya. Sang Buddha kemudian membenarkan penjelasan Mahākaccāna sebagai benar dan sesuai dengan pemahaman-Nya sendiri.
an10.172:23.1 “Yes, reverend,” said those mendicants, approving and agreeing with what Mahākaccāna said. Then they rose from their seats and went to the Buddha, bowed, sat down to one side, and told him what had happened. Then they said:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.