‹
AN 10.168

Ariyapaccorohaṇīsutta

Khotbah tentang Turunnya Yang Mulia

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.168

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna 'turun' atau 'membersihkan diri' secara mendalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan para bhikkhu pada pemahaman tentang penurunan yang mulia, yang berpusat pada pelepasan batin, bukan sekadar ritual lahiriah.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan apa yang disebut sebagai 'turunnya yang mulia' (ariyapaccorohaṇī). Berbeda dengan ritual turun ke sungai untuk membersihkan diri, penurunan mulia adalah praktik meninggalkan sepuluh tindakan tidak bajik—mulai dari membunuh makhluk hidup hingga pandangan salah—setelah merenungkan akibat buruknya. Ini adalah penurunan sejati yang dilakukan oleh seorang siswa mulia.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.168:11.1

… ‘Micchādiṭṭhiyā kho pāpako vipāko diṭṭhe ceva dhamme abhisamparāyañcā’ti.

… ‘Pandangan salah memiliki akibat buruk baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang.’

… ‘Wrong view has a bad result both in the present life and in lives to come.’

an10.168:11.2

So iti paṭisaṅkhāya micchādiṭṭhiṁ pajahati;

Dengan merenungkan demikian, mereka meninggalkan pandangan salah,

Reflecting like this, they give up wrong view,

an10.168:11.3

micchādiṭṭhiyā paccorohati.

mereka turun dari pandangan salah.

they descend from wrong view.

an10.168:11.4

Ayaṁ vuccati, bhikkhave, ariyā paccorohaṇī”ti.

Ini, para bhikkhu, disebut penurunan mulia.”

This is called the noble descent.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.