‹
AN 10.14

Cetokhilasutta

Kekerasan Hati

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.14

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah ajaran langsung dari Sang Buddha tentang peta batin yang halus. Mari kita simak dengan tenang, merenungkan mana di antara sepuluh kondisi ini yang mungkin masih ada dalam diri kita, dan bagaimana hal itu memengaruhi semangat latihan kita sehari-hari.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan sepuluh kondisi batin yang menghalangi kemajuan spiritual seorang bhikkhu atau bhikkhuni: lima kekerasan hati (cetokhila) dan lima belenggu batin (cetasovinibandha). Beliau menguraikan bagaimana kondisi-kondisi ini menyebabkan kemunduran, dan sebaliknya, bagaimana melepaskannya membawa pertumbuhan dalam kualitas-kualitas bermanfaat, dengan menggunakan perumpamaan bulan yang memudar dan bulan yang tumbuh.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.14:2.1

Katamassa pañca cetokhilā appahīnā honti?

Apakah lima kekerasan hati yang belum mereka tinggalkan?

What are the five kinds of hard-heartedness they haven’t given up?

an10.14:2.2

Idha, bhikkhave, bhikkhu satthari kaṅkhati vicikicchati nādhimuccati na sampasīdati.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu ragu-ragu terhadap Sang Guru, bimbang, tidak yakin, dan tidak berkeyakinan mantap.

Firstly, a mendicant has doubts about the Teacher. They’re uncertain, undecided, and lacking confidence.

an10.14:2.3

Yo so, bhikkhave, bhikkhu satthari kaṅkhati vicikicchati nādhimuccati na sampasīdati, tassa cittaṁ na namati ātappāya anuyogāya sātaccāya padhānāya.

Karena bhikkhu itu ragu-ragu terhadap Sang Guru, bimbang, tidak yakin, dan tidak berkeyakinan mantap, pikirannya tidak condong pada semangat, komitmen, ketekunan, dan usaha.

This being so, their mind doesn’t incline toward keenness, commitment, persistence, and striving.

an10.14:2.4

Yassa cittaṁ na namati ātappāya anuyogāya sātaccāya padhānāya, evamassāyaṁ paṭhamo cetokhilo appahīno hoti.

Karena pikirannya tidak condong pada semangat, komitmen, ketekunan, dan usaha, maka inilah kekerasan hati pertama yang belum mereka tinggalkan.

This is the first kind of hard-heartedness they haven’t given up.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.