an10.11:1.1 “Pañcaṅgasamannāgato, bhikkhave, bhikkhu pañcaṅgasamannāgataṁ senāsanaṁ sevamāno bhajamāno nacirasseva āsavānaṁ khayā anāsavaṁ cetovimuttiṁ paññāvimuttiṁ diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja vihareyya.
Khotbah tentang Tempat Tinggal
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana lingkungan tempat kita berlatih dan kualitas diri kita saling melengkapi. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang keseimbangan antara faktor internal dan eksternal dalam perjalanan spiritual.
Sang Buddha menjelaskan kombinasi ideal antara kualitas pribadi seorang bhikkhu dan kualitas tempat tinggalnya. Seorang bhikkhu dengan lima faktor internal—keyakinan, kesehatan, kejujuran, kegigihan, dan kebijaksanaan—yang berdiam di tempat dengan lima faktor eksternal—lokasi yang tepat, lingkungan tenang, bebas gangguan, kebutuhan mudah terpenuhi, dan kehadiran para bhikkhu senior yang terpelajar—akan segera merealisasikan kebebasan batin dan kebebasan melalui kebijaksanaan dalam kehidupan ini juga.
an10.11:1.1 “Pañcaṅgasamannāgato, bhikkhave, bhikkhu pañcaṅgasamannāgataṁ senāsanaṁ sevamāno bhajamāno nacirasseva āsavānaṁ khayā anāsavaṁ cetovimuttiṁ paññāvimuttiṁ diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja vihareyya.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.