Yesaṁ sambodhiyaṅgesu,
Mereka yang pikirannya telah dikembangkan dengan benar
And those whose minds are rightly developed
Khotbah dengan Saṅgārava
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog singkat antara Buddha dan seorang brahmana yang ingin memahami makna simbolis 'pantai dekat' dan 'pantai seberang'. Jawaban Buddha mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas batin dan tindakan kita menentukan sisi mana kita berada.
Brahmana Saṅgārava bertanya kepada Buddha tentang apa yang dimaksud dengan pantai dekat dan pantai seberang. Buddha menjawab bahwa sepuluh hal yang salah (micchatta) adalah pantai dekat, sedangkan sepuluh hal yang benar (sammatta) adalah pantai seberang. Sutta ditutup dengan syair yang menggambarkan betapa sedikitnya orang yang mampu menyeberang dan pentingnya melepaskan kualitas gelap serta mengembangkan kualitas terang.
Yesaṁ sambodhiyaṅgesu,
Mereka yang pikirannya telah dikembangkan dengan benar
And those whose minds are rightly developed
sammā cittaṁ subhāvitaṁ;
dalam faktor-faktor pencerahan;
in the awakening factors;
Ādānapaṭinissagge,
yang, setelah melepaskan kemelekatan,
who, letting go of attachments,
anupādāya ye ratā;
bergembira dalam tidak melekat—
delight in not grasping—
Khīṇāsavā jutimanto,
dengan kekotoran yang telah berakhir, cemerlang,
with defilements ended, brilliant,
te loke parinibbutā”ti.
mereka telah padam di dunia ini.”
they are quenched in this world.”
Pañcamaṁ.
Kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.